Rabu, 30 Mei 2012

Implementasi 5S .. mengapa selalu GAGAL..???

Kemarin saya menemani salah satu client saya untuk uji coba mesin baru di salah satu kawasan industri di Bandung. Ada hal menarik yang bagus untuk saya share di blog ini. Yaitu tentang budaya kerja.

Meskipun akses menuju pabrik yang saya kunjungi penuh dengan jalan yang berlobang dan kubangan air tetapi derita itu langsung hilang begitu memasuki area pabrik tersebut. Dari mulai penerimaan security yang sangat ramah, ruangan security yang sangat bersih, teratur dan wow... disampingnya adalah area parkir untuk motor yang sangat sangat rapi, berjejer 3 baris, semua motor menghadap ke depan. Mana untuk parkir mobil ya? oh itu disana.... dengan sangat jelas terlihat indikasi tempat parkir mobil untuk tamu

Perjalanan saya berlanjut ke lobby dan wow... lagi. Bersih.... Rapi dan Teratur? Tidak sampai 5 menit (Good Attitude, tidak harus menunggu lama untuk menemui tamu) keluarlah Director dari pabrik tersebut dengan senyum hangatnya menyambut kedatangan kita semua. Setelah say hello sebentar, kami dipersilahkan untuk masuk ke ruang produksinya untuk melakukan uji coba mesin.

Dan... baru kali ini saya berkunjung ke pabrik yang bisnisnya adalah Workshop dan pengaturanya sangat rapi.... bersih dan teratur. Sempet saya melakukan work sampling untuk karyawan... Dan hasilnya... Ratio Bekerjanya mendekati 90%... artinya dalam satu area lokasi pekerjaan dan dalam waktu yang sama 90% karyawannya dalam posisi bekerja, tidak ada yang berjalan mondar mandir... tidak ada yang bengong.... tidak ada yang ngobrol dan Muda / Pemborosan yang lain.

Kemudian saya berdiskusi dengan Pak Direktor, apa rahasianya Pak?
Hanya satu kata dari Beliau .... Commitment dari Jajaran Direksi untuk membuat proses yang teratur. Kemudian beliau mencontohkan.
Disini tidak ada karyawan yang berani mengambil sisa-sia raw material untuk dibawa pulang.. bahkan buah-buahan yang hidup dengan suburnya tidak ada yang mengambil. Apa Rahasianya...?
Management harus mempunyai pola pikir "Mendidik" bukan menghukum bagi para karyawannya.
Disini kalau ada karyawan yang mengambill buah (Beliau mencontohkan buang nangka yang hidup di halaman depan pabrik) dan ketahuan. Keesokan harinya, Manager karyawan tersebut akan memanggil karyawan tersebut dan menyuruh makan buah nangka sampai habis dan di makan ditengah workshop mereka dengan dilihat oleh semua karyawan yang sedang bekerja. Dia harus makan sampai habis.. meskipun sampai sore dan tidak bekerja apa-apa.

Demikian juga untuk merokok, jika ketahuan, keesokan harinya Managernya langsung membelikan 2 batang Rokok Djie Sam Su dan harus dirokok tanpa henti di hadapan teman-temannya yang sedang bekerja. Dan masih banyak contoh contoh yang lain yang Beliau ceritakan.

Dan yang hebat adalah mind set sang Direktur. Kita harus mendidik karyawan kita, karyawan jangan dihukum.. karena kalau dihukum dia akan semakin bandel dan kalau dikeluarkan dia akan menjadi lebih bandel di tempat lain. Kita harus menumbuhkan BUDAYA MALU kepada setiap karyawan kita.... WOW... KEREN....

Nah... apa hubungannya dengan implementasi 5S ?
5S adalah pembangunan BUDAYA... bukan tools ...bukan program kerja dan bukannya pembangunan yang instant. Memerlukan proses yang cukup lama untuk membangun budaya 5S. Diperlukan komitment yang tinggi dari Jajaran Direksi sampai dengan level yang paling bawah (office boy atau bahkan pemotong rumput halaman).
Banyak sekali perusahaan yang implementasi 5S nya diserahkan kepada Managernya.... dan akibatnya... bisa ditebak... 5S tidak akan berhasil.. bahkan ada yang memberi opini bahwa implementasi 5S sangatlah susah atau bahkan tidak ada gunanya sama sekali.

Semoga cerita singkat diatas dapat menambah wawasan kita dalam implementasi 5S di tempat kerja kita masing-masing.

Have a nice day....

..... about 5S implementation... see http://indroagunghandoko.blogspot.com/p/5s-in-manufacturing.html

Selasa, 13 Maret 2012

Kita bisa bekerja lebih dari 24 jam sehari... Really..???


Benarkah kita dapat bekerja lebih dari 24 jam sehari..??? Ya Benar... dan sudah terbukti.... So... bagaimana caranya?

Coba kita renungkan apa yang biasa kita kerjakan setiap hari selama 1 hari penuh sampai dengan keesokan harinya.
05.00 Pagi .... bangun pagi, persiapan mandi, sarapan pagi dan berangkat kerja
08.00 Pagi ... mulai bekerja dengan mengerjakan pekerjaan kita sehari-hari sebagai pekerjaan yang rutinitas dan menunggu perintah atasan.
12.00 Siang... istirahat makan siang, relaksasi diri, ngobrol, ngerumpi, dlsb
01.00 Siang ... mulai bekerja lagi dengan menantikan jam 5 teng untuk menunggu waktu pulang.
05.00 Sore ... waktunya pulang...... lega deh.... siap - siap bergumul dengan kemacetan atau shopping ke mall, ngobrol, chatting, dlsb
08.00 Malam - sampai di rumah.. nonton tv, makan malam, berkumpul bersama bersama keluarga...
10.00 Malam - siap-siap bobok dah.. sampai menuggu jam 5 esok pagi

Berulang terus... berulang terus... dan terus.
Pertanyaan saya adalah....
Apakah hasil yang telah dicapai ?
Berapa persenkah waktu yang kita gunakan untuk mendukung hasil yang telah atau ingin kita capai ?
Atau malah kita tidak tahu apakah yang hendak kita capai ? dan hanya mengikuti kehidupan yang telah berjalan sekarang ini?
Kalau hal tersebut dijalankan maka 24 jam sehari atau 36 jam sehari atau bahkan 100 jam sehari pun akan tidak mempunyai makna apa-apa.

Mengapa hal tersebut diatas bisa terjadi ...???
Jawabannya hanya satu yaitu... kita tidak menciptakan DREAM dari pekerjaan kita.

Ada yang bertanya apa itu DREAM ? apa bedanya dengan GOALS ?
Oh... sangat berbeda sahabatku...
Goals turun dari atasan kita.. sehingga secara emosianal kita akan tertekan dengan goals tersebut karena merasa diperintah meskipun yang memerintah adalah atasan kita sendiri.
Tetapi kalau DREAMS adalah bayangan yang kita ciptakan sendiri untuk kita sendiri untuk kehidupan kita yang lebih baik di masa mendatang.

DREAM akan langsung terpatri dan terus dirasakan keberhasilan dan kesuksesannya dalam hati kita sendiri. Alam Bawah Sadar kita akan sangat merespon DREAM yang kita ciptakan.

DREAM akan mendorong kita untuk bekerja setiap saat, setiap waktu, setiap keadaan dan setiap tempat. Bangun tidur kita memikirkan DREAM kita.. dalam perjalanan ke tempat kerja, kita memikirkan DREAM. Apapun yang kita hadapi akan kita hubung-hubungkan dengan DREAM bahkan sampai DREAM kita menjadi DREAM beneran dalam tidur kita. DREAM akan selalu mendorong kita untuk bekerja dan mengerjakan segala sesuatu yang menunjang DREAM yang kita ciptakan...
DREAM inilah yang membuat kita dapat bekerja 24 jam full sehari. Tidak ada waktu sekecil apapun yang kita lewatkan untuk tidak memikirkan dan tidak melakukan segala aktifitas jika tidak menunjang DREAM kita.

Bagaimanakah Realitas DREAM dalam pekerjaan kita?
Seorang sahabat bekerja sebagai seorang Supervisor Produksi pada sebuah perusahaan manufacturing, ketika ngobrol saya bertanya apa target anda sebagai seorang SPV Produksi, dia menceritakan dengan lengkap beserta langkah langkah yang dijalankannya.
Kemudian saya bertanya, apakah target anda sudah tercapai? Nah... itu masalahnya Pak.. Target yang diberikan kepada saya dari atasan saya sangat tidak realistis.... susah dicapai...dan bla..blaa...bla. Beliau menceritakan bagaimana kesulitan yang dicapai dalam mencapai target tersebut.

Apa yang salah dari hal diatas?
DREAM, sahabat saya tersebut tidak mempunyai DREAM.... sehingga yang dipikirkan setiap saat dan setiap waktu adalah rasa kejengkelan mengapa Beliau diberikan target sebesar itu dari atasannya. Alam Bawah Sadarnya diisi dengan rasa kejengkelan, rasa kekecewaan. Dengan kondisi tersebut bagaimana mungkin Beliau memikirkan cara untuk mencapai target yang diberikan. Secara normal apa yang akan dilakukan setiap hari? Beliau akan mengikuti irama hidup seperti yang telah saya paparkan di awal blog ini.

Untuk itu...
Berdiamlah Sejenak................
Pikirkan.. apakah kita sudah mempunyai DREAM atas pekerjaan kita. Kalau belum, segeralah BUAT

Contoh-contoh DREAM,
Saya seorang Maintenance, DREAM saya adalah... "Saya memandang Mesin saya seperti pacar saya, bergerak lemah lembut dengan irama yang sangat teratur, Bekerja terus menerus tanpa ada rasa lelah, Tidak ada kotoran yang saya keluarkan dari bagian-bagian mesin saya. Saya siap bekerja kapanpun saya diperlukan..." Begitu indahnya Mesin saya ini.....

Saya seorang Produksi. DREAM saya adalah: para pekerja saya bekerja dengan penuh keceriaan, produk yang dihasilkan sangat menawan hati, dinanti nantikan banyak orang, Tidak ada kecacatan yang timbul dari produk yang saya hasilkan. SPV saya, Manager saya dan seluruh karyawan di perusahaan ini mengagung-agungkan kualitas dari produk yang saya hasilkan... Begitu indahnya menjadi seorang SPV Produksi..

Saya seorang PPIC, ayo--ayo mana lagi orderan yang masuk. Order yang masuk melalui saya pasti akan saya respon dengan cepat, delivery time akan terikirm tepat waktu. Atasan saya, Customer saya akan sangat gembira dan bangga dengan hasil saya di PPIC.... Oh alangkah bahagianya..

...........

Dengan DREAM... hidup kita akan tenang... nyaman dan pasti mempunyai kehidupan yang lebih baik di masa depan.

Dengan DREAM kita merasa tidak pernah tidur.... kita tidak pernah berhenti untuk bekerja... dan bekerja untuk kedamaian kita.... dan sesama kita

Mari kita buat DREAM kita masing-masing sahabat-sahabatku....

Selamat beratifitas Minasan... semoga tulisan ini berguna bagi semua.

Tulisan ini special aku tujukan buat sahabatku yang sedang merantau nun jauh di Borneo sana....
Thanks.... karena telah mengingatkanku untuk menulis cerita diatas....... 

Selasa, 21 Februari 2012

The Result of "Integrated Maintenance System"

Sudah 3 tahun ini saya mendevelop departemen maintenance pada sebuah industri pengolahan makanan. Pada awalnya departemen ini menjadi sasaran tembak dari semua departemen dan tentu saja dari Management. Hampir semua permasalahan dan tidak tercapainya target produksi karena kinerja dari departemen ini. Mulai dari Break Down mesin yang tinggi (mendekati 20%), Biaya Maintenance yang menjulang tinggi sampai dengan overtime yang tidak tertanggulangi besarnya.

Sampai saya mengenalkan metode yang saya beri nama "Integrated Maintenance System". Hasilnya secara significant dapat mengatasi semua masalah yang selama ini dialami oleh Departemen Maintenance.
Berikut ini adalah hasil yang dicapai sampai Fiscal Year 2011


Sistem yang saya design ini sangat mudah dipahami bahkan sampai dengan level teknisipun sangat mengerti bagaimana menjalankan konsep ini. Sistem ini sangat familiar sekali dengan kondisi kerja karyawan Indonesia pada umumnya tetapi tidak meninggalkan point-point dasar dari profesional maintenance yang telah dikenal cukup luas seperti Preventive Maintenance, Predictive Maintenance bahkan TPM.

Dengan Integrated Maintenance System, Machine Breakdown Ratio (per bulan) dapat diturunkan dari 20% (awal bulan pertama sistem dijalankan) sampai dengan hanya 2.6 % . Frekuensi kerusakan mesin dari 12 kali dalam sebulan menjadi 3 kali dalam sebulan.

Selain keberhasilan dalam menurunkan Break Down mesin, sistem ini juga berhasil menurunkan biaya maintenance.
Biaya Repair turun sampai dengan 106% dan bahkan masih berlanjut di tahun berikutnya dengan penurunan sampai 33%.
Biaya Maintenance dan Rekondisi mesin juga turun sampai dengan 53% dan di tahun berikutnya terjadi penurunan sampai dengan 26%.
Satu-satunya yang naik adalah biaya Improvement yang naik menjadi 25% dan di tahun berikutnya di angka 9%.

Ingin mempelajari bagaimanakah cara implementasi sistem ini... silahkan berkunjung ke http://indroagunghandoko.blogspot.com/p/project-development-overview.html

Rabu, 25 Januari 2012

Moda Transportasi apa yang paling AMAN di dunia... ???

Kalau anda saya tanya, Moda Transportasi apa yang paling AMAN di dunia ..?
..... saya jawab, Moda Transportasi yang paling aman di dunia adalah Pesawat Terbang.
Lho kok bisa..? kok aneh...?
Ya memang.... Bisa dan Tidak Aneh. Memang Pesawat Terbang adalah Moda Transportasi paling aman di dunia.

Mengapa sampai demikian ..?
Jawabannya adalah Filosofi yang melekat pada Moda Transportasi itu sendiri yaitu SAFETY. Tidak ada satupun moda transportasi di dunia yang pengecekan kelayakan jalannya sedetail dan serumit Pesawat Terbang. Filosofi inilah yang menyebabkan moda transportasi yang kelihatannya tidak aman menjadi sangat aman sekali dibandingkan dengan moda transportasi lainnya.

Lalu konsep apakah yang diterapkan agar filosofi tersebut dapat tercapai ?. Jawabannya adalah Cek secara DETAIL semua komponen pesawat terbang sebelum benda tersebut mengudara untuk memastikan bahwa semua mesin dapat beroperasi tanpa kesalahan sampai pesawat mendarat dengan sempurna.

Konsep diatas dikenal dengan nama Reliability Centered Maintenance atau disingkat RCM.
Kehebatan konsep RCM dengan cepat diadopsi oleh berbagai industri lainnya yang sangat concern dengan Safety dan Reliability.
Bagaimanakah konsep RCM tersebut, mari kita simak bersama slide berikut ini.


Bagaimanakah implementasinya? berikut penjelasannya.
Langkah pertama adalah menentukan mesin-mesin mana sajakah yang termasuk Critical dalam proses produksi dari awal sampai akhir yang diambil dari daftar mesin yang digunakan dalam proses produksi.

Mesin apa saja yang termasuk Critical Machine itu ?.
  • Mesin yang mempunyai history / sejarah sering mengalami breakdown dan memerlukan waktu yang lama dalam perbaikannya
  • Mesin yang fungsinya sebagai jantung dari proses produksi dan tidak dapat digantikan dengan mesin lainnya. (Fully Reliability Machine). Istilahnya jika mesin ini rusak, produksi akan stop.
  • Mesin yang mempunyai faktor keselamatan yang tinggi
  • Mesin yang harganya sangat mahal.
Setelah kita mendapatkan daftar "Critical Machine". Langkah selanjutnya adalah menginventarisasi part-part yang bersifat "Critical Spare Parts".

Parts apa saja yang termasuk Critical Spare Parts ?
  • Part yang harganya sangat mahal
  • Part yang jika rusak akan menyebabkan mesin menjadi Break Down
  • Part yang fungsinya sebagai Jantung dari proses mekanisme mesin tersebut
Setelah kita mendapatkan daftar "Critical Spare Parts". Langkah selanjutnya adalah merawat part-part tersebut dengan 3 jenis program maintenance, yaitu
1. Preventive Maintenance, yaitu program maintenance yang diterapkan berdasarkan Life Cycle atau umur part tersebut. Segera ganti dengan part baru jika sudah memasuki Life Cycle Time.

2. Predictive Maintenance, yaitu program maintenance yang diterapkan berdasarkan hasil periodical checking terhadap kondisi / performance mesin yang sedang beroperasi. Segera lakukan perbaikan jika dari hasil pengecekan rutin terdapat fenomena yang abnormal. Sebagai contoh, pengukuran ampere pada motor, jika hasil pembacaan ampere motor diluar kebiasaan, segera ganti motor tersebut.

3. Proactive Maintenance, yaitu program maintenance yang diterapkan berdasarkan hasil analisa dengan metode FMEA atau Root Cause Analysis, yaitu analisa pencarian penyebab kerusakan suatu mesin.

Setelah mendapatkan data dari ketiga program maintenance diatas. Langkah selanjutnya adalah mengatur pembagian waktu pengerjaan kegiatan maintenance yang dituangkan pada lembar "RCM Implementation Schedule"

Demikianlah uraian implementasi dari Reliability Centered Maintenance. Semoga berguna bagi para pembaca sekalian.
Untuk mengetahui lebih detail tentang RCM.. kunjungi http://indroagunghandoko.blogspot.com/p/reliability-centered-maintenance.html

Selamat beraktifitas kembali.

Jumat, 20 Januari 2012

60% Biaya Maintenance di Industri terbuang percuma

Seringkali dalam seminar / training saya mendapatkan pertanyaan begini. "Pak, bagaimana caranya menurunkan biaya maintenance ?, Biaya yang saya keluarkan tinggi sekali dan terus menerus mendapat complain dari Management".
Apakah memang betul demikian ?
Pengalaman saya menjawab YA. Bahkan biaya maintenance yang dikeluarkan oleh bagian maintenance, 60% nya adalah pengeluaran yang tidak perlu. Artinya, kita dapat menurunkan biaya maintenance 60%, bahkan dalam beberapa kasus saya pernah menurunkan biaya maintenance sampai dengan 121%.
Bagaimanakah caranya?
Kita lihat bersama konsep Maintenance Cost Management berikut ini.

Maintenance Cost dalam actualnya dapat digolongkan menjadi 3 kategori yaitu
1. Maintenance Cost.
2. Repair Cost.
3. Improvement Cost.

Dari ke-3 golongan diatas, Repair Cost adalah biaya yang paling tinggi persentasenya dibandingkan dengan Maintenance Cost dan Improvment Cost. Persentase Repair Cost disini bisa mencapai 60% dari total jendral pengeluaran maintenance. Padahal Repair Cost adalah biaya yang sebenarnya bisa dihilangkan atau paling tidak diturunkan.

Disinilah kuncinya. Kita seringkali terlena dengan pekerjaan Repair-dan Repair. Pikiran kita tidak terfokus bagaimana agar tindakan repair bisa dihilangkan tetapi lebih sering terfokus bagaimana mengatur orang / personel maintenance agar bila terjadi problem, bisa tertangani langsung tanpa kebingungan mencari orang / tenaga maintenance.

Sampai terlenanya kita, bahkan membuat kesimpulan bahwa mesin sering breakdown karena kekurangan tenaga maintenance dan tidak jarang management karena ketidakmampuannya melihat kejadian di lapangan, memutuskan untuk menambah personel maintenance.

Tetapi apa yang terjadi....? Break down masing sering terjadi dan bahkan sekarang ditambah dengan permasalahan banyaknya personel maintenance yang sampai mengganggu biaya tenaga kerja perusahaan.

Oleh karena itu, berfokuslah pada bagaimana agar tidak terjadi lagi pekerjaan repair dan repair, tetapi berkonsentrasilah pada kegiatan Pengecekan 3 Kondisi Dasar Mesin yaitu
1. Mesin harus bersih dari debu, kotoran dan kontaminasi.
2. Berilah lubrikasi yang tepat (tidak boleh kekurangan dan tidak boleh berlebihan)
3. Semua baut terikat kencang dan Gap / Jarak antar bagian-bagian mesin terpelihara

Selamat Beraktifitas,

Selasa, 17 Januari 2012

Sudahkah kita Bekerja...?

Kapankah kita mulai bekerja....?
Sejak lahir ke dunia ini kita sesengguhnya telah bekerja. Pekerjaan pertama yang kita lakukan sesaat setelah kita menghidup udara adalah Menangis kemudian disusul dengan menggerakkan anggota tubuh kita lainnya. Dan seterusnya... dan seterusnya.


Tetapi setelah kita dewasa, apakah betul kita telah bekerja..? atau kelihatannya telah bekerja...., padahal sebetulnya kita belum bekerja.

Mari kita lihat ilustrasi berikut ini.
Ada seorang manager di sebuah pekerjaan, katakanlah bernama Banu. Banu mempunyai seorang Supervisor yang menjadi anak buahnya, katakanlah namanya Dani. Danipun mempunyai seorang Officer yang menjadi anak buahnya, katakanlah namanya Manis.

Banu mempunyai pekerjaan A.
Dani mempunyai pekerjaan B.
dan Manis mempunyai pekerjaan C.

Pada suatu saat Banu menanyakan hasil pekerjaan si Manis (C), ternyata pekerjaan itu belum selesai. Kemudian dia menegur Dani, supervisornya, menanyakan pakerjaan si Manis tersebut.
2 Minggu berselang, Banu kembali meminta hasil pekerjaan si Manis tersebut.... dan ternyata belum selesai juga. Karena belum selesai juga..... akibatnya dia memerintahkan Banu untuk menggantikan pekerjaan si Manis tersebut karena hasil pekerjaan si Manis sangat penting dan ia perlukan. Akhir kata pekerjaan si Manis selesai juga... Legalah Banu.

Kemudian, Banu menanyakan hasil pekerjaan Dani (B).... ternyata pekerjaan tersebut belum tersentuh sama sekali dan ketika ditanyakan... mengapa belum terselesaikan.... Dani menjawab karena dia mengerjakan pekerjaan B.

Karena hasil pekerjaan Dani (B) juga ia perlukan, maka Banu mengerjakan sendiri perjaan tersebut. Akhirnya pekerjaan Dani (B) berhasil ia selesaikan dengan baik.

Setelah pekerjaan A dan B selesai, Banu melihat, pekerjaan C belum selesai. Karena pekerjaan C tersebut adalah pekerjaan Planning Perusahaan maka ia menunda pekerjaan tersebut karena waktunya telah habis untuk mengerjakan pekerjaan B.

Sampailah pada akhir bulan dan waktunya penyampaian hasil setiap bagian kepada Management Perusahaan. Banu melaporkan pekerjaan A dan B telah selesai dengan baik dan sesuai dengan target yang diberikan Management kepada Bagiannya. Banu mendapatkan applaus yang meriah karenanya.....

Pertanyaan saya .......?
Siapakah yang telah bekerja...? Banukah,...... Banikah,..... ataukah .. si Manis.......?

Jawaban: Mereka semua bekerja....
................. Salah.

Jawaban: Banu dan Bani....
............... Salah juga.

Jawaban: Banu seorang diri... karena dia yang mengatur itu semua...
...... hmmmm..... Salah juga...


......
..........
.................
Kemudian siapa sebenarnya yang telah bekerja...?
Jawaban yang benar adalah: TIDAK ADA SEORANGPUN DIANTARA MEREKA YANG TELAH BEKERJA...........

...Lho..... kok bisa......???

Untuk mengetahui mengapa Jawaban yang Benar adalah seperti Jawaban diatas..... kunjungi link berikut ini

... Apakah anda mengalami hal seperti diatas juga.....?
Bagaimanakah pendapat Anda...?

Jumat, 13 Januari 2012

Efisiensi Pekerjaan kita tidak lebih dari 25%.......

Ilustrasi gambar dibawah ini menggambarkan seseorang yang sedang menyusun batu bata untuk membangun sebuah tembok.
Pertanyaannya:
1. Sudah efisienkah pekerjaan tersebut ?
2. Hal-hal apa sajakah yang menyebabkan pekerjaan tersebut menjadi tidak efisien ?
3. Bagaimanakah kita mengetahui pekerjaan tersebut adalah tidak efisien ?



Marilah kita pelajari bersama seberapa besarkah ketidak efisien yang terjadi pada pekerjaan diatas.
Orang diatas mengambil bata yang terletak di lantai dan kemudian menyusunnya menjadi sebuah tembok. Proses ini dilakukan berulang-ulang dan terus menerus sampai tembok tersusun sesuai dengan ketinggian yang diinginkan. Orang berpikir sedikit dapat mengatakan bahwa hal yang tidak efisien adalah mengapa orang tersebut mengambil bata di lantai dan tidak diletakkan diatas meja ? seperti ilustrasi dibawah ini.

Jadi dapat disimpulkan bahwa hal yang tidak efisien adalah meletakkan bata di lantai.

Tetapi pertanyaannya adalah, mengapa meletakkaan bata di lantai adalah hal yang tidak efektif?
Ya pasti tidak efektif, karena orang tersebut akan mondar mandir bawah atas, bawah atas berulang-ulang untuk mengambil bata tersebut.
Ya betul... tetapi apa sebenarnya yang menyebabkan orang tersebut mondar mandir bawah atas - bawah atas?
Jawabannya adalah JARAK, Ya.. Jarak yang menyebabkan orang tersebut melakukan tindakan TRANSORTASI dari atas ke bawah. Transportasi adalah sumber dari ketidak efisien yang terjadi dalam proses tersebut diatas. Dan Transportasi adalah salah satu dari 7 Pemborosan yang terjadi pada setiap proses.

Untuk membuat pekerjaan kita menjadi lebih efisien, hilangkan semua Pemborosan yang terjadi pada proses yang kita lakukan. 

7 Pemborosan tersebut adalah .....


1. Over production, yaitu produksi yang berlebihan, memproduksi / menghasilkan untuk keperluan yang masih lama dibutukan.
2. Waiting, yaitu pekerjaan menunggu. 
3. Transportasi, semua pergerakan adalah pemborosan
4. Over Processing, yaitu pekerjaan yang dilakukan dengan terlalu banyak bergerak kesana kemari. Contohnya, untuk minum air dingin orang mengambil gelas di rak gelas kemudian melangkah ke almari es dan kemudian mengambil es batu yang masih ada di cetakan. Menuju ke dapur untuk memecahkan es dalam cetakan dan meletakkan es ke dalam gelas kemudian berlanjut ke tempat penyimpanan air minum. Perhatikan, untuk keperluan minum air dingin saja diperlukan pergerakan orang yang terlalu panjang.
5. Inventory. Persediaan stock barang yang terlalu banyak.
6. Excess Motion. Hampir sama dengan Over Processing. Kalau excess motion adalah pergerakan tubuh yang terlalu banyak.
7. Defect. Adalah hasil pekerjaan yang cacat dan harus diperbaiki kembali atau bahkan di buang.

Jadi terdapat berapa macamkah pemborosan yang terjadi pada proses penyusunan batu bata diatas selain Transportasi ....?